
Bau adalah molekul yang mudah menguap; mereka malayang di udara. Kalau kita bernafas, udara memasuki lubang hidung dan disapu ke atas ke dalam bagian hidung, di mana molekul bau menempel di selaput lendir yang disebut sebagai olfaktori epithelia. Olfaktori epithelia berisi syaraf indrawi, sel syaraf kecil tertutup cilia yang menonjol ke dalam lendir yang melapisi yang hidung epithelium. Cilia, yang sebenarnya dendrites syaraf olfaktori, mempunyai odorantReceptors/penerima bau atas ujung mereka.
Penelitian oleh Linda Buck dan Richard Axel pada 1991 menunjukkan bahwa tikus mempunyai sekitar 1.000 macam receptors bau yang berbeda , dengan speciļ¬c gen mengatur masing-masing receptor. Di manusia, jumlah receptors di antara 300-400. Bandingkan dengan yang dipunyai oleh seekor anjing pelacak, sekitar 200 juta, sehingga bisa dikatakan bahwa manusia adalah pencium yang miskin (Poor Smeller).
Perjalanan bau dari hidung ke dalam otak dijelaskan di diagram di atas. Dari hidung, axons syaraf olfaktori bersambungan dengan otak dengan melewati saluran kecil, sievelike lubang struktur bertulang singgah cribiform. Axons dari masing-masing lubang hidung lalu bersama untuk membentuk syaraf olfaktori, yang meneruskan semacam gerak listrik ke selaput bola olfaktori. Tidak seperti di pengertian lain, olfaction ialah “ipsilateral,” yang berarti bahwa selaput bola olfaktori yang benar mendapat informasi dari sebelah kanan lubang hidung dan selaput bola olfaktori yang ditinggalkan mendapat informasi dari sebelah kiri lubang hidung.
Dari selaput bola olfaktori, informasi indrawi dikirimkan ke kulit luar batang olfaktori, sebagian bidang otak singgah piriform kulit luar yang disambung ke limbic sistem, di mana struktur otak yang bertanggung jawab atas emosi. Kepala limbic struktur yang berhubungan dengan sistem olfaktori amygdala, hippocampus, dan hypothalamus. Hubungan antara bidang olfaktori dan amygdala dan hippocampus lebih langsung daripada hubungan antara bidang otak ini. Ini secara unik, dimana langsung neuroanatomical menghubungkan antara olfaction dan bagian-bagian otak berhubungan dengan emosi dan kenangan adalah kunci sampai pengertian mengapa kenangan yang ditimbulkan dengan bau dibedakan dari macam kenangan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar